Rute Blue Line dipangkas
KRL Rute Pendek Bakal Diperbanyak
Rute KRL Ciliwung Blue Line yang mengitari wilayah Jakarta sepertinya tidak bertahan lama. Saat ini, PT. KA tengah mengkaji rencana perubahan rute KRL lingkar kota tersebut menjadi setengah lingkaran saja.
"Mungkin nanti rutenya diperpendek, tapi diperbanyak," kata Kepala Divisi Jabotabek PTKA Marzuki Achmad kepada Indo Pos, kemarin. Dia menjelaskan, rencana perubahan rute yang kini masih dikaji tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan PT. KA kepada masyarakat. Hanya saja, Marzuki enggan menyebut bahwa rute operasional lingkar Jakarta yang saat ini diberlakukan masih kurang efektif. "Saya tidak bilang begitu," kelitnya.
Marzuki mengungkapkan, diantara rencana perubahan rute misalnya, KRL Ciliwung Blue Line dari Stasiun Manggarai langsung menuju Stasiun Jatinegara dan sebaliknya. Rute-rute baru lain yang lebih singkat seperti Stasiun Manggarai-Stasiun Jatinegara juga tengah dilakukan simulasi. "Kami sebut rute baru ini extended looped line," paparnya.
PT. KA menargetkan, dengan adanya rute-rute KRL jalur pendek akan memberi alternatif pilihan bagi masyarakat pengguna jasa kereta api. Sebagai konsekuensi penambahan rute-rute ini, PTKA juga akan menambah beberapa unit kereta baru.
Jika headway perjalanan KRL Ciliwung Blue Line saat ini berkisar 30 menit hingga 45 menit sekali, dengan diterapkannya rute baru setengah lingkar, Marzuki optimistis jarak waktu perjalanan bisa dipersingkat menjadi maksimal 10 menit sekali.
Sebelumnya, sejak diresmikan Menhub pada November 2007 lalu, KRL Ciliwung Blue Line dengan rute melewati 15 Stasiun mengitari Jakarta memang terkesan kurang diminati masyarakat. Meski dioperasikan dari pagi hingga sore hari, KRL lingkar Jakarta ini hanya dipadati penumpang pada pagi hari saja. Saat ini, rute KRL Ciliwung Blue Line memutar dari Manggarai, Mampang, Karet, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Rajawali, Kemayoran, Senen, Sentiong, Kramat, Pondok Jati, Jatinegara hingga Manggarai lagi
Sebagai moda transportasi hasil kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, saat ini tim survei dari Dishub dan Dirjen Perkeretaapian tengah mengkaji rencana renovasi dan modernisasi 15 Stasiun yang dilalui KRL Blue Line.
Disinggung soal kontradiksi antara rencana penerapan extended looped line dengan kerja tim survei, Marzuki menyatakan keduanya berbeda wilayah tanggungjawab. "Jalur lingkar yang akan dibangun kan lebih banyak berada di wilayahnya Jakarta, jadi silahkan tanyanya ke Daops I," kata Marzuki.
Tapi pernyataan Marzuki ini seolah terkesan balik lempar tanggunjawab. Pasalnya, beberapa waktu lalu Kepala Daops I Jakarta Yudarso Widyono saat dikonfirmasi seputar kerja tim survei mengatakan jika segala sesuatu yang berkaitan dengan tim survei berada di bawah kewenangan langsung PTKA Devisi Jabotabek. (INDOPOS - did)













0 comments:
Post a Comment