Stasiun Juanda
Setelah menertibkan bangunan liar di kolong jalan layang kereta api Cikini dan di emplasemen Stasiun Angke, kini giliran ratusan gubuk liar di bawah Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, ditertibkan PT KA Daerah Operasi 1 Devisi Jabodetabek.
Ratusan gubuk liar yang terbuat dari triplek dan kardus di bawah Stasiun Juanda, Sabtu (19/1) dinihari ditertibkan petugas PT Kereta Api dibantu petugas Tramtib dan Linmas DKI. Penertiban yang berlangsung mulai pukul 01.00-04.000 WIB itu berjalan lancar. Beberapa penghuni tampak lari kalang kabut.
Mayoritas penghuni tidak menyangka para petugas datang pada saat mereka sedang tertidur pulas. "Kami memang telah diberi surat peringatan untuk pindah, tapi nggak mengira kalau pembongkaran dilakukan dinihari," ujar salah seorang penghuni gubuk liar. "Mereka memang tak punya rasa belas kasihan," ujar penghuni lain sambil mengemasi barang-barang miliknya.
Sementara itu Kepala Humas PT KA Daops I dan Divisi Jabodetabek, Ahmad Sujadi, mengatakan, pembongkaran ini merupakan upaya untuk memenuhi target menciptakan kawasan sekitar jalur kereta sebagai jalur bersih dari gubuk liar pada akhir tahun 2008 nanti.
"Pembersihanya sendiri sudah mulai dilakukan sejak awal Januari lalu, dengan melakukan pembongkaran gubuk di sekitar Cikini Jakarta Pusat serta Stasiun Angke, Jakarta Barat," jelasnya. "Kami telah menawarkan kepada mereka untuk pulang ke kampung halamanya dengan angkutan gratis sebagai bentuk kepedulian," jelas Sujadi.
Pembersihan akan terus dilakukan di sejumlah titik di jalur lingkar kota seperti Manggarai-Kota. Lahan-lahan itu nantinya akan dimanfaatkan PT KA untuk membangun taman atau sarana parkir. "Pengelolaannya nanti kami serahkan kepada RT/RW setempat," ujarnya.
Sujadi juga mengatakan pada hari Selasa, (22/1) PT KA akan mengerahkan 400-an karyawannya untuk membersihkan lokasi bekas penertiban di sekitar Stasiun Angke. "Di Stasiun Juanda kami harus mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material bekas bangunan," tukas Sujadi. [beritajakarta.com]













0 comments:
Post a Comment