Kumuh di dekat istana
Kondisi kolong jembatan layang rel KA Jl Juanda, Pasar Baru, Jakarta Pusat semakin memprihatinkan. Kolong jembatan layang yang seharusnya bebas dari berbagai kegiatan, ternyata kini dipenuhi bangunan liar bertingkat yang dihuni sebagian pemulung sekitar.
Ketinggian bangunan liar yang terbuat dari kayu itu hampir menyentuh dinding atap jalan layang milik PT KA. Kondisi ini tentu sangat membahayakan, apalagi jika terjadi kebakaran seperti yang melanda ratusan bangunan di kolong jembatan tol Penjaringan, Jakarta Utara.
Mulyadi, warga sekitar mengaku kesal dengan kondisi wilayahnya yang terkesan kumuh dan semrawut akibat kegiatan penghuni bangunan itu. "Banyak sampah yang menumpuk dan tercecer di jalanan," katanya. "Sampah-sampah itu juga membuat saluran air tersumbat, akibatnya genangan air pun menjadi pemandangan sehari-hari," ungkapnya, Jumat (13/6).
Karena itu ia berharap pihak berwenang segera menertibkan bangunan itu, jangan menunggu peristiwa kebakaran di kolong jembatan tol Penjaringan Jakarta Utara terulang kembali. "Lokasi itu sangat dekat dengan bangunan warga. Kalau kebakaran bisa dipastikan akan menjalar ke rumah penduduk," katanya. "Kalau sudah terjadi bukan pemerintah saja yang rugi, warga pun juga dirugikan," ungkapnya.
Dedi Arif Darsono, Lurah Pasar Baru, mengakui kondisi kolong jembatan layang KA Juanda semakin hari semakin kumuh. Namun untuk menertibkan bangunan tersebut bukan kewenangannya karena bangunan tersebut itu berdiri di atas lahan milik PT KA. "Penertiban bangunan tersebut kewenangan PT KA," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, permasalahan itu sudah dibahas melalui rapat di kantor kecamatan yang dihadiri Humas Daop I PT KA, Sudjadi. PT KA mengatakan akan menertibkan bangunan itu bulan Maret lalu, namun sampai sekarang belum juga terealisasi. [dari berita jakarta]











